Senin, Desember 24

Di temukan Injil Kuno Mengabarkan Kedatangan Nabi Muhammad Saw


Sebuah injil berusia 1500 tahun yang menceritakan kedatangan Nabi Muhammad Saw di temukan di Turki. Kabarnya , Gereja Vatikan telah meminta secara resmi kepada pemerintah Turki untuk melihat Injil yang tersimpan selama 12 tahun di negara tersebut.

                Menteri Budaya dan Turki, Ertugul Gunay mengatakan sejalan dengan keyakinan Islam, Injil ini memperlakukan Yesus sebagai manusia bukan Tuhan. Fakta ini, sekaligus menolak ide konsep tritunggal dan penyaliban Yesus.
                “Disebutkan Injil ini, Yesus berkata kepada salah seorang pendeta, bagaimana kami memanggil Mesias? Muhammad adalah nama yang diberkati ,” kata dia membacakan salah satu ayat dalam Injil seperti dikutip alarabiya.net , Gunay menuturkan dalam injil ini juga disebutkan Yesus sendiri menyangkal menjadi Mesias. Yesus mengatakan bahwa Mesias itu adalah keturunan Ismail yakni orang Arab.
                Sebelumnya, Umat Islam sendiri mengklai pesan kedatangan Muhammad Saw juga terdapat dalam Injil Barnabas, Markus, Matius, Lukas dan Yohannas. Gunay mengatakan pihak Vatikan telah meminta salinan Injil tersebut saat Injil tersebut hendak diselundupkan ke luar Turki pada tahun 2000. Kini, Injil tersebut berada dalam brankas pengadilan Ankara. Nantinya, injil tersebut akan diserahkan kepada Museum Etnografi Ankara.
                Meski demikian, kalangan Gereja skeptis dengan keaslian injil tersebut. Seorang pendeta Protestan Ihsan Ozbek mengatakan injil itu berasal dari abad ke-5 atau ke-6. Sementara Barnabas, yang merupakan pemeluk pertama Kristen hidup pada abad pertama. “Salinan injil di Ankara mungkin telah ditulis ulang oleh salah seorang pengikut Barnabas,” kata dia.
                Sebab, lanjutnya, ada jeda 500 tahun antara Barnabas dan penulisan salinan Injil. “Umat Islam mungkin akan kecewa bahwa injil ini tidak ada hubunggannya dengan injil Barnabas,” ujarnya.
                Sementara Profesor Omer Faruk menilai injil itu perlu ditelusuri lebih lanjut guna memastikan Injil itu dibuat oleh Barnabas atau pengikutnya.

17 Warga Jerman Bersyahadat di frankrut


Seorang ulama Jerman, Vogel Pieere yang telah menganut Islam sejak 2001, mengislamkan 17 warga Jerman secara bersamaan di alun-alun kota Frankrut pada 2001 lalu. Ini adalah proses pengislaman terunik karena langsung dilakukan di atas panggung dengan disaksikan ratusan pasang mata warga Jerman di Frankrut.


Vogel Pieere atau yang dikenal dengan Abu Hamza adalah seorang ulama dan guru agama Islam. Ia masuk Islam sesaat setelah tragedi 9 September 2001, dan saat ini telah mengislamkan ratusan orang warga asli Jerman. Vogel Pieere sangat aktif melawan isu di media yang terus mengkampanyekan islamofobia. Salah satu cara ia menangkis isu tersebut adalah membawa pesan damai Islam. Yaitu dengan membuka layanan masuk Islam ditempat tebuka bagi warga Jerman yang ingin memeluk Islam. Salah satunya dalam video ini, 17 warga Frankrut masuk Islam dalam sekali syahadat dihadapan polisi Jerman.

Negeri Sembilan Bangun Komplek Pembinaan Muallaf



                Yang dipertuan Agong Negeri Sembilan Tuanku Muhriz Ibni Almarhum Tuanku Munawir meresmikan kompleks al-Sa’dah, pusat pembinaan muallaf, Kamis (19/1). Sebelumnya, pusat pembinaan muallaf ini telah beroperasi sejak Maret lalu. Ketua Dewan Agama Islam Negeri Sembilan, Mohammad mengatakan peresmian pusat pembinaan muallaf ini merupakan momentum bagi pengembangan dakwah Islam di Negeri Sembilan, Malaysia. “Kompleks pembinaan muallaf ini terhitung sangat lengkap, mulai dari ruang mesjid 300 orang, kantor, penginapan, ruang pendidikan dan makan,” kata dia seperti dikutip Bernama.
                Bersamaan dengan peresmian itu, Tuanku Mahriz menjadi saksi enam muallaf yang mengucapkan dua kalimat syahadat. Dengan demikian Malaysia telah mempunyai dua buah Pusat Pembinaan Muallaf. Selain yang ada di Negeri Sembilan juga terdapat di Negeri Selangor Darul Ihsan dimana pemerintah setempat menyediakan dan ± 300 juta RM atau setara dengan Rp 900 milyar.

Masjid Sunda Kelapa Islamkan 345 Muallaf


Sepanjang tahun lalu, Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK) telah mengislamkan 345 orang itu, 30 persen diantaranya warga negara asing (WNA). “Bila ditotal semenjak tahun 1993, Masjid Agung Sunda Kelapa sudah mengislamkan 16.345 orang.” Papar kepala Biadang Pembinaan Muallaf dan Layanan Konsultasi MASK, Anwar Sujana kepada Republika.co.id


                Menurut dia, menjadi mualaf sangatlah berat. Apalagi di era seperti saat ini dimana arus informasi negatif tentang Islam begitu mengemuka. Belum selesai soal itu, mualaf harus menghadapi tekanan keluarga terhadap keyakinan barunya. “Ditambah persoalan lain yang sangat berpengaruh seperti ekonomi, sosial dan budaya yang melatari kehidupan mualaf sebelumnya,” kata dia. Ke depan, kata Anwar, meski fokus Umat Islam terhadap pembinaan mualaf masih jauh dari harapan. Pada akhirnya, umat Islam tanah air akan menaruh perhatian dalam perkembangan mulaf.
                “Harapannya umat Islam dapat memberikan perhatian lebih kepada saudara-saudara barunya. Sangat mungkin, melalui perhatian yang diberikan, kelak para mualaf ini akan berperan dalam mewujudkan kemajuan Islam,” pungkasnya.