Minggu, April 1

SUBHANALLAH, ANAK AJAIB INI TELAH ISLAMKAN RIBUAN ORANG




 
Sharifuddin Khalifa boleh di bilang anak ajaib. Anak yang terlahir di Tanzania, Afrika Timur Desember 1993 itu berasal dari keluarga Katholik. Namun, pada usia 1,5 tahun, Khalifa sudah hafal 30 Juz Al-Quran dan shalat 5 kali sehari. Subhanallah, ia mampu menghafal al-Quran tanpa ada orang yang mengajarinya. Awalnya, kedua orangtua Khalifa mengira anaknya di kuasai setan. Namun, tetangganya yang Muslim memahami apa yang di ucapkan anak ajaib itu. Akhirnya, kedua orangtuanya menyadari bahwa putranya adalah tanda kebesaran Sang Khalik. Kedua orangtuanya pun memeluk Islam.


                Meski berbahasa ibu Swahili, Khalifa mampu berbiacara dan berpidato dalam bahasa Arab, Inggris, Prancis, dan Italia tanpa belajar. Pada usia 4 hingga 5 tahun, ia sudah berkeliling Afrika dan Eropa untuk berceramah dan mengajar. Berkat dakwahnya, Afrika sebanyak 1000 orang berduyun-duyun bersyahadat setelah mendengar ceramahnya.

MAURICE BUCAILLE MASUK ISLAM KARENA MUMI FIR’AUN


Profesor Maurice Bucaille adalah seorang dokter ahli bedah terkemuka di dunia yang berasal dari Prancis. Ia mempunyai cerita yang sangat menakjubkan. Ia menjelaskan sebab musabab dirinya meninggalkan agama Katolik yang di anutnya bertahun-tahun, kemudian menyatakan dirinya memeluk Islam. Setelah menyelesaikan study setingkat SMA-nya, ia menetapkan untuk mengambil jurusan kedokteran pada sebuah universitas di Prancis. Ia termasuk salah satu dari mahasiswa yang berprestasi hingga akhir tahun, karena kecerdasan dan keahlian yang di milikinya, dia kemudian menjadi seorang dokter terkemuka di Prancis.
                Prancis adalah negara yang terkenal sangat menjaga  dan mementingkan barang-barang peninggalan kuno dibandingkan dengan negara yang lainnya, terutama pada masa kepemimpinan Fransu Metron tahun1981. Pada tahun itu, Prancis meminta izin kepada Mesir agar mereka diberikan kesempatan untuk memeriksa dan meneliti Mumi Fir’aunnya yang terkenal. Sebuah Mumi yang tak asing di kalangan orang-orang Islam. Fir’aun ini adalah orang yang di tenggelamkan Allah SWT dilaut merah, tatkala melakukan pengajaran terhadap Nabi Musa AS. Permintaan Prancis ditanggapi oleh Mesir dengan mengizinkan Prancis untuk mengadakan penelitian. Mumi Fir’aun dipindahkan dengan menggunakan pesawat terbang. Setibanya, di Prancis, kedatangan Mumi tersebut disambut oleh Presiden Franso Metron beserta para menterinya seolah-olah dia masih hidup.
                Mumi tersebut kemudian di pindahkan ke pusat barang-barang kuno milik Prancis untuk di serahkan kepada ilmuwan dan dokter bedah, supaya mereka dapat mempelajari rahasia yang terkandung dari Mumi tersebut, dan Profesor Maurice Bucalle bertindak sebagai ketua tim penelitian. Atas izin Allah Ta’ala, seorang Dokter bedah dari Prancis menyatakan dirinya masuk Islam, disebabkan oleh Mumi Fir’aun.
                Semua tim peneliti bertugas untuk meneliti, memperbaiki tulang-tulang yang sudah rusak dan anggota tubuh yang lainnya. Berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Profesor Maurice Bucaille, ia justru menyelidiki tentang rahasia kematian Fir’aun. Pada suatu malam, ia memperoleh hasil penelitiannya: bahwa terdapat bekas garam yang menempel pada mayat Mumi, sehingga dapat ia jadikan sebuah bukti yang nyata bahwa Fir’aun mati karena tenggelam dan mayatnya dapat di selamatkan, kemudian di awetkan pada saat kejadian.
                 Dari hasil penelitiannya, timbul beberapa pertanyaan yang susah untuk ia dapatkan jawabannya yaitu bagaimana mayat Fir’aun dapat diselamatkan, dan anggota tubuhnya masih tetap utuh, sedangkan kondisi mayat-mayat yang lainnya setelah di awetkan tidak seperti dirinya? Namun sebelum ia selesai membuat kesimpulan, salah seorang temannya berbisik dengan berkata: “ Jangan teburu-buru seperti itu, karena orang-orang Islam telah mengetahui tentang hal ini.”
                Mendengar pernyataan dari temannya itu, ia menolak keras atas pernyataan tersebut. ia berkata: “ Penemuan seperti ini tidak mungkin dilakukan kecuali ada dukungan sains dan teknologi canggih”. Salah seorang temannya yang lain menanggapi seraya berkata: “Al-Quran merekalah yang telah menceritakan kematiannya dan bagaimana jasadnya diselamatkan dari tenggelam.” Mendengar penjelasan temannya itu, Bakay kebingungan dan bertanya-tanya bagaimana hal ini bisa terjadi? Sedangkan Mumi ini sendiri baru di temukan pada tahun 1898 atau kurang lebih baru 200 tahun yang lalu, sedangkan Al-Quran mereka sudah ada semenjak lebih dari 1400 tahun......!!!!!!!! Bagaimana  akal manusia dapat mengetahuinya, padahal semua manusia bukan hanya orang-orang Arab belum ada yang mampu mengetahui bagaimana peradaban orang-orang Mesir di masa lampau dan bagaimana caranya mereka mengawetkan mayat, kecuali pada masa 10 tahun yang lalu?





                Maurice duduk termenung di dekat Mumi Fir’aun tersebut sambil memikirkan tentang bisikan yang telah ia dengar dari temannya: bahwasanya Al-Quran telah menceritakan kejadian itu, padahal kitab sucinya hanya menceritakan tentang tenggelamnya Fir’aun akan tetapi   di dalamnya tidak dijelaskan tentang keadaannya sesudah tenggelam. Ia pun bergumam dalam kesendiriannya:  “Masuk akalkah bahwa jasad yang ada di depanku ini adalah Fir’aun Mesir yang telah mengusir Nabi Musa ? benarkah kalau Nabinya orang Muslim yang bernama Muhammad itu sudah mengetahui tentang hal ini sejak 1400 tahun yang silam ?
                 Berbagai pertanyaan yang belum sempat terjawab, membuat Profesir Maurice tidak dapat tidur di setiap malam. Ia kemudian mengambil Kitab Taurat dan membacanya:  “Kemudian air itupun kembali pada keadaan  sedia kala, kemudian air laut itupun menenggelamkan perahu-perahu beserta Fir’aun  dan bala tentaranya, hingga tidak tersisa satupun di antara mereka.”
                Setelah menyelesaikan penelitian dan perbaikan, maka Mumi tersebut kemudian di kembalikan ke Mesir dengan menggunakan peti yang terbuat dari kaca nan elok, karena menurutnya itu lebih pantas untuk orang yang berkedudukan seperti Fir’aun. Akan tetapi Bakay masih dalam kondisi belum puas dengan berita yang di dengarnya, bahwa orang-orang Islam telah mengetahui keselamatan Mumi ini. Ia pun lalu berkemas untuk berkunjung ke Saudi Arabia guna menghadiri seminar kedokteran yang akan di hadiri para pakar bedah muslim.
                Dalam pidatonya, Profesir Maurice memulai pembiacaraannya tentang hasil penyelidikan bahwa jasad Fir’aun dapat diselamatkan setelah tenggelam, kemudian salah seorang di antara pakar Muslim berdiri dan membuka serta membacakan mushaf pada Surat Yunus ayat 92 yang artinya:  “Pada hari itu kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat dijadikan pelajaran bagi orang-orang sesudahmu Dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan kami.
                Profesor Maurice Bucaille terheran-heran dengan penjelasan yang baru saja ia dengar, ia lalu beranjak dari tempat duduknya dan dengan suara lantang ia berkata: “ Pada hari ini, aku menyatakan diri untuk memeluk agama Islam dan aku mengimani Al-Quran ini.”
                Setelah selesai seminar Profesor Maurice Bucaille lalu kembali ke Prancis dengan wajah yang berbeda dari wajah sebelum ia datang menghadiri seminar. Selama 10 tahun ia tidak mempunyai pekerjaan lain, selain mempelajari tentang sejauh mana keserasian dan kesinambungan Al-Quran dengan Sains, serta perbedaan yang bertolak belakang dengannya. Namun apa yang ia dapati selalu berakhir sebagaimana Firman Allah SWT: “ Yang tidak datang kepada Al-Quran kebatilan baik dari belakang maupun depannya, yang di turunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi terpuji” (Q.S : Fush Shilat-43)
                Dari hasil penyelidikan yang bertahun-tahun, ia kemudian menulis sebuah buku tentang kesinambungan Al-Quran dengan sains yang mampu mengguncangkan Eropa. Sehingga para pakar-pakar dan para ilmuwan Barat yg berusaha untuk mendebatnya, mereka tidak kuasa.

*THE END*

PROF. TEJASEN : SEBELUM MENJADI MUSLIM, ISLAMKAN LIMA MAHASISWA


“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Qs. An-nisa:56)
                Bagi sebagian besar umat Islam, ayat di atas terdengar seperti ayat-ayat serupa dalam Al-Quran yang menjelaskan pedihnya siksa neraka bagi orang-orang yang tidak beriman. Namun tidak demikian bagi Tagatat Tejasen, seorang ilmuwan Thailand di bidang anatomi. Baginya, ayat itu adalah sebuah keajaiban.
                Konferensi Kedokteran Saudi ke-6 di Jeddah yang di ikuti Tejasen pada Maret 1981 menjadi awal kisah pertemuannya dengan keajaiban itu. Dalam konferensi yang berlangsung selama 5 hari itu, sejumlah ilmuwan Muslim menyodori Tejasen beberapa ayat Al-Quran yang berhubungan dengan anatomi.
                Tejasen yang beragama Budha kemudian mengatakan bahwa agamanya juga memiliki bukti-bukti serupa yang secara akurat menjelaskan tahap-tahap perkembangan embrio. Para ilmuwan Muslim yang tertarik mempelajarinya meminta Profesor asal Thailand itu untuk menunjukkan ayat-ayat tersebut pada mereka.
                Setahun kemudian, Mei 1982, Tejasen menghadiri konferensi kedokteran yang sama di Dammam, Arab Saudi. Saat di tanya tentang ayat-ayat anatomi yang pernah dijanjikannya, Tejasen justru meminta maaf dan mengatakan bahwa ia telah menyampaikan pernyataan tersebut sebelum mempelajarinya. Ia telah memeriksa kitabnya dan memastikan bahwa tidak ada referensi darinya yang dapat dijadikan bahan penelitian. 


                Ia kemudian menerima saran para ilmuwan Muslim untuk membaca sebuah makalah penelitian karya Keith Moore, seorang Profesor dibidang anatomi asal Kanada. Makalah itu berbicara tentang kecocokan antara embriologi modern dengan apa yang disebutkan dalam Al-Quran. Tejasen tercengang saat membacanya. Sebagai ilmuwan dibidang anatomi, ia menguasai dermatologi (ilmu tentang kulit). Dalam tinjauan anatomi, lapisan kulit manusia terdiri dari  tiga lapisan global, yakni Epidermis, Dermis, dan Sub Cutis. Pada lapisan yang terakhirlah, Sub Cutis, terdapat ujung-ujung pembuluh darah dan syaraf.
                Penemuan modern dibidang anatomi menunjukan bahwa luka bakar yang terlalu dalam akan mematikan saraf-saraf yang mengatur sensasi. Saat terjadi Combustio grade III (luka bakar yang telah menembus Sub Cutis), seseorang tidak akan merasakan nyeri. Hal itu di sebabkan tidak berfungsinya ujung-ujung serabut saraf afferent dan efferent pengatur sensasi yang rusak oleh luka bakar tersebut.
                Makalah tersebut tidak hanya menunjukan keberhasilan tekhnologi kedokteran dan perkembangan ilmu anatomi, namun juga membuktikan kebenaran Al-Quran. Ayat 56 surat An-Nisa mengatakan bahwa Allah akan memasukkan orang-orang kafir ke dalam neraka, dan mengganti kulit mereka dengan kulit yang baru setiap kali kulit itu hangus terbakar, agar mereka merasakan pedihnya azab Allah.
                Jantung Tejasen berdebar. “Bagaimana mungkin Al-Quran yang diturunkan 14 abad yang lalu telah mengetahui fakta kedokteran ini?”. Sebelum berhasil mengatasi keterkejutannya, Tejasen disodori pertanyaan oleh para ilmuwan Muslim yang mendampinginya, “Mungkinkah ayat Al-Quran ini bersumber dari manusia?”. Ketua Jurusan  Anatomi Universitas Chiang Mai Thailand itu sontak menjawab, “Tidak, kitab itu tidak mungkin berasal dari manusia. Ia kemudian termangu dan melanjutkan responsnya, “Lalu dari mana Muhammad kiranya menerimanya?”
                Mereka memberitahu Tejasen bahwa Tuhan itu adalah Allah, yang membuat Tejasen semakin ingin tahu. “Lalu, siapakah Allah itu ?” tanyanya. Dari para ilmuwan Muslim tersebut, Tejasen mendapatkan keterangan tentang Allah, Sang Pencipta yang dari-Nya bersumber segala kebenaran dan kesempurnaan. Dan Tejasen tak membantah semua jawaban yang diterimanya. Ia membenarkannya.
                Profesor yang pernah menjadi dekan Fakultas Kedokteran Universitas Chiang Mai lalu itu kembali ke negaranya, tempat ia menyampaikan sejumlah kuliah tentang pengetahuan dan penemuan barunya itu. Informasi yang di kutip oleh laman special.worlofislam.info menyebutkan bahwa kuliah-kuliah Profesor yang masih beragama Budha itu, di luar dugaan, telah mengislamkan lima mahasiswanya.
                Hingga akhirnya, pada konferensi Kedokteran Saudi ke-8 yang diselenggarakan di Riyadh, Tejasen kembali hadir dan mengikuti serangkaian pidato tentang bukti-bukti Al-Quran yang berhubungan dengan ilmu medis. Dalam konferensi yang berlangsung selama lima hari itu, Tejasen banyak mendiskusikan dalil-dalil tersebut bersama para sarjana Muslim dan non-Muslim.
                Di akhir kenferensi, 3 November 1983, Tejasen maju dan berdiri di podium. Di hadapan seluruh peserta konferensi, ia menceritakan awal ketertarikannya pada Al-Quran, juga kekagumannya pada makalah Keith Moore yang membuatnya meyakini Islam.
                “Segala yang terekam dalam Al-Quran 1400 tahun yang lalu pastilah kebenaran, yang bisa dibuktikan oleh sains. Nabi Muhammad yang tidak bisa membaca dan menulis pastilah menerimanya sebagai cahaya yang di wahyukan oleh Yang Maha Pencipta,”katanya. Tejasen lalu menutup pidatonya dengan mengucap dua kalimat syahadat.

*THE END*

REGER HADDEN: TRINITAS MEMBAWAKU MEMELUK ISLAM




Reger hadden adalah seorang dokter gigi berasal dari Dungannon, Irlandia Utara. Ia membuka praktek dokter giginya di Inggris. Namun, ia telah lama tinggal di Skotlandia. Hadden di besarkan dari keluarga Kristen, dan ia telah memutuskan menjadi Kristen sejak lahir. Meskipun dibesarkan dengan ajaran Alkitab, namun ia tidak terlalu mengikuti prinsip-prinsip yang di ajarkan.
                Hadden layaknya pemuda Inggris kebanyakan, sangat suka bersenang-senang tanpa mengenal batas. Ketika remaja ia mengaku tidak menjalankan agama apapun, termasuk Kristen. “Saya selalu percaya bahwa Tuhan itu ada,”ujarnya. Ia meyakini alam semesta ada penciptanya dan manusia tidak bisa menciptakan dirinya sendiri. Ketika terus berusaha berpikir tentang Tuhan dari waktu ke waktu, Hadden selalu terganjal dalam keyakinannya.



                Ketika menjalankan study ke jenjang universitas, ia bertemu banyak Muslim. Pada saat itu ia dan teman-teman Muslimnya terus bergulat dalam diskusi yang membahas tentang keyakinan. Hadden sangat menikmati diskusi-diskusi tersebut. seiring berjalannya waktu, Hadden ingin bersikeras memperdalam keagamaanya dan keyakinan Kristennya.
                Ketika memasuki tahun terakhir kuliahnya di universitas, Hadden membuat rencana untuk mereformasi keyakinannya dan menjadi seperti orangtuanya dulu: Kristen taat. Dan ia mulai memutuskan untuk memulai memahami bacaan Alkitab. Ia memulainya dengan memantapkan konsep Trinitas, yang selalu menganggu pikirannya. Karena pada waktu itu pemahaman agama Kristennya masih awam, kadang ia cukup bingung untuk berdoa. “Apakah doa saya akan ditujukan kepada Tuhan Bapa atau Yesus,”ujarnya.
                Hadden kemudian berbicara dengan beberapa pemuka agama Kristen, untuk mendapatkan penjelasan akan konsep tritunggal. Namun tak satupun dari mereka yang dapat meyakinkan dirinya. Ia kemudian memutuskan untuk terus membaca dan memahami Alkitab, dengan mencari kebenaran didalamnya.
                “Masalah Trinitas membingungkan saya. Karena mengapa semua Nabi dalam Perjanjian Lama berdoa kepada Tuhan dan melakukan tindakan benar berharap pengampunan Tuhan? Dan tidak ada yang berdoa kepada Yesus?” gusarnya. Bahkan tidak disebutkan kata ‘Trinitas’ dalam Perjanjian Lama, dan sebagian pemuka Kristen bahkan berpendapat tidak ada dalam Perjanjian Baru. Hadden tahu, Tuhan tidak pernah berubah dari dulu sampai sekarang, jadi pasti ada yang salah dengan ini.
                Hadden kemudian berbicara dengan teman-temannya di universitas. Beberapa mereka beragama Sikh, Katolik, Ateis dan beberapa juga ada yang Muslim. Keingintahuan telah merubah hidup Hadden sepenuhnya, dan ia menemukan jawaban dari sahabat Muslimnya. Dalam Islam diperintahkan menyembah satu Tuhan, yang tidak memiliki mitra atau partner dengan-Nya. “Saya sangat tertarik dengan konsep ini,”kata Hadden. Namun, Hadden terus membaca Alkitab dan membandingkan sumber-sumber Kristen dengan Al-Quran dan buku-buku Islam.
                Ia menemukan bahwa Muslim percaya Tuhan mengirim pesan kepada umat manusia melalui para Nabi yang berbeda sejak Nabi Adam, manusia pertama. Dan semua Nabi itu hanya percaya pada satu Tuhan, yakni ALLAH SWT. Dan Muslim juga percaya bahwa akan ada hari perhitungan di akhir dunia nanti, ketika semua orang akan dibangkitkan dan dihakimi.
                “Saya menyadari bahwa inilah yang saya percaya. Dan apa saya pikir, seperti inilah Alkitab berkata pada saya,”kata dia. Hadden kemudian mendiskusikan hal-hal tersebut dengan orangtuanya, namun mereka tidak terlalu terkesan. Beberapa bulan memperoleh karunia dan hidayah Allah, Hadden memantapkan hati untuk menjadi seorang Muslim. Ia pun memutuskan untuk memeluk Islam. Ia meyakini keputusannya ini adalah langkah yang tepat. “Alhamdulilah, terima kasih Allah,”ujarnya.
                Hadden kini mencoba menjadi Muslim sejati dan berusaha membantun orang lain. Hari-harinya diisi dengan ibadah, shalat 5 waktu dan tadarus (membaca) AlQuran. Teman-teman Hadden di Universitas sempat terkejut dengan perubahannya, terutama sejawatnya di kedokteran gigi.
                Orangtua Hadden pun marah besar, mereka percaya sang anak sudah di cuci otaknya. Ia ingat ketika pertama kali memberi tahu orangtuanya bahwa ia memilih menjadi seorang Muslim, mereka tidak terlalu terkesan. Kedua orangtuanya mengatakan langkah Hadden itu adalah “tindakan yang dibenci agama”. Namun itu tidak menyurutkan langkah sang dokter gigi untuk menjadi pengikut Rasulullah. Beberapa bulan kemudian ia memutuskan bersyahadat.
                Walaupun sejak masuk Universitas Hadden selalu berjauhan dengan orangtuanya, tetapi ia terus mencoba untuk mengunjungi mereka. Kini, ia merasa hubungan dengan orangtuanya membaik. Sebab, berlaku baik kepada mereka (orang tua) adalah perintah Allah dalam Alquran.
                “Saat ini saya bekerja sebagai dokter gigi di inggris. Dan telah menikah dengan seorang wanita Muslimah setahun yang lalu. Dan berkat karunia Allah, kami di anugerahi seorang anak bernama Ismael,"tuturnya.

*THE END*