Jumat, Februari 8

Untukmu Bidadari Syurga

Saya berharap dengan hasil penulisan saya ini diberkati dan dipelihara oleh Allah SWT Tujuan saya menulis surat ini karena saya tidak tahu bagaimana lagi untuk menyampaikan isi hati ini terhadap anda.

Diketahui, anda bukan seperti wanita yang pernah saya temui. Anda ada hak kepribadian yang tinggi yang susah untuk di ganggu gugat oleh para pria di luar sana. Sebab itu saya seolah-olah tidak berani untuk mendekati anda. Saya tahu juga, anda bukan perempuan yang senang untuk diajak ber "couple". Saya tahu juga, kasih sayang anda hanya untuk Allah SWT dan kedua orang tuamu.Saya pria kerdil, anda. Saya jauh beda jika dibandingkan dengan ilmu, amal anda dan tingkat keimanan anda terhadapNya. Saya malu untuk mengatakan apa yang terbuku karna ia ibarat ada satu tembok penghalang yang memisahkan kita. Saya hargai tembok itu yang juga memisahkan kita untuk melakukan hal-hal yang tidak menguntungkan, dan akhirnya kita berdua terlena dengan godaan setan dan bujuk rayu nafsu. Saya tahu semua itu. Dan saya tahu anda lebih tahu akan semua itu. Saya tahu juga yang kamu berusaha untuk melarikan diri dari semua itu-takut ada yang murka dengan perbuatan anda termasuk diri saya sendiri. Yaitu Allah S.W.T.Saya dari dulu sebelum mengenal anda, saya sudah percaya akan bercinta setelah nikah itu adalah yang paling bahagia. Saya tak mau kasih sayang saya ini, perhatian saya ini diberikan kepada orang yang tidak layak disisi agama dengan cara ber "couple" tapi akhirnya tidak ada ikatan. Saya ada dasar-dasar agama tapi saya perlu waktu lagi untuk perbaiki setiap kelemahan saya.Saya tahu apa yang kamu pegang selama ini. Anda pegang bahwa, "Wanita shalihah itu aurat dijaga, pergaulan dipagari, sifat malu pengikat diri, seindah hiasan di dunia ini. Keayuan wanita solehah itu tidak terletak pada kecantikan wajahnya. Kemanisan wanita solehah itu tidak terletak pada kemanjaanya. Daya penarik wanita solehah itu bukan pada kemanisan bicaranya yang mengoncang iman para muslimin dan bukan pula terletak pada kebijaksanaannya bermain lidah, membujuk rayu dan bukan dan tidak sama sekali.Tapi ada satu hal yang pasti, saya belum cukup siap untuk semua ini karena saya takut saya tidak bisa memberikan bimbingan dan layanan yang baik untuk seorang yang saya bisa katakan hampir sempurna di mata saya. meskipun and tak pernah senyum pada saya, saya tahu anda baik orangnya. Anda garang orang nya. Anda sombong bertempat. Anda garang bertempat.Saya harap anda mau menunggu saya. InsyaAllah, saya akan pastikan semua hal stabil dari segi lahirnya dan batin. Saya dan anda hidup sempurna di bersama saya. Saya kan jadikan anda orang yang paling bahgia berada dengan saya.Seperti anda, saya juga tidak mau untuk bercinta sebelum nikah. Kita bercinta setelah nikah. Saat segalanya sudah, izinkan saya untuk melanjutkan langkah untuk bertemu wali anda. Namun, jika anda belum siap, saya akan tunggu anda.Surat ini ikhlas saya tulis untuk wanita yang pertama ada dalam hati saya.Yang benar,Hamba AllahSetia menanti awak.

Moral: Jika ingin menikah, mulailah langkah, Gunakanlah jalan tengah ... Jika sempurna persediaan diri, bertemulah pada wali, Itu lebih mulia dan terindah. Sesungguhnya islam itu indah, maka jadikanlah islam itu sebagai cara hidup kita. Semoga dipermudahkan segalanya. InsyaAllah ~

Perisai Muslimah

Muslimah itu seorang wanita islam yang berperibadi islam. Solehah pula, seorang wanita islam yang berperibadi islam dan beristiqomah dengan kepribadiannya, hanya menurut pandanganku saja. Jadi, jika ingin menjadi solehah, wajib menjadi muslimah terlebih dahulu.


Perisai itu, ia besar dan melindungi depan dan belakang. Bukan hanya pahlawan pedang dalam sebuah peperangan hanya memiliki perisai. Tapi perisai ini akan selalu ada pada seorang muslimah yang solehah. Perisai ini bisa ditembus panahan panah juga acuan peluru, tapi itu bukan berarti ia lemah atau tidak bisa melindungi. Kekuasaannya lebih hebat, mampu mematahkan niat yang jahat terhadap pemakainya.
Bila perisai ini dibawa bersama seorang muslimah, ia tidak terlihat seperti pahlawan perang bahkan muslimah ini terlihat lebih 'sweet' dari wanita-wanita 'hot' yang tidak menutup aurat di luar sana. Karena neraka itu 'hot', surga itu 'sweet'.


Perisai, itulah tudung labuh. Semakin labuh tudungnya, semakin segan orang sekeliling terhadap pemakainya. Bukan mengharap penghormatan orang lain, cuma ingin memberitahu "aku seorang muslimah".
Dengan memakainya, muslimah itu sendiri terasa bahwa dia membawa amanah perisai itu. Menjaga setip gerak gerik, itulah amanahnya. "Sadarlah muslimah yang berperisai. Anda membawa amanah tudung labuh. Ketika ia melindungimu, jangan engkau membolosinya dengan gerak gerimu yang melampaui batasmu sebagai seorang muslimah, karena saat kau membolosinya, engkau juga membolosi perisai muslimah yang lain".
Kini, sedih ketika terdengar di telinga, "orang pakai tudung labuh ni bukan baik sangat pun". Seorang saja yang membolosi perisainya, semua yang bertudung labuh turut terkena tempiasnya. Memakai tudung labuh juga bukan karena ingin memberitahukan bahwa "aku ni alim", tapi mencoba untuk menjaga diri dari fitnah dunia.
Sekilas di sebuah 'blog' milik seorang muslimah tidak dikenal, terbaca sebuah kata-kata yang berbunyi: -
"Jangan kau sangka labuh tudungku ini tanda alim diriku, aku juga sepertimu masih mencari-cari segenap cahaya buat menerangi sepanjang perjalanan. Karena tudungku ini bukan hanya menutupi tetapi melindungi jua mengingatkan diri ini menjaga setiap gerak geri karena akhlaq itu bunga diri".
Buktikanlah Anda seorang muslimah yang berkepribadian seperti seorang muslimah.
Wahai muslimah, menutup aurat itu wajib, tidak kiralah bagaimana gayanya. Berpakaianlah seperti seorang muslimah, karena pakaian melambangkan diri kita. InsyaAllah.


#CHECK QS Al-Ahzab : 59 & An-Nur : 31
Cc : iluvislam.com