Minggu, Maret 23

IRONIS, TRAGIS ALA DEMOKRASI

Foto Muslimah4Khilafah.

Masya Allah, ditengah-tengah antusiasme peserta dalam sesi tanya jawab, terdapat seorang Ibu yang tampak mengalami goncangan dalam bathinnya mendengar pemaparan dari para pemateri. Ia menangis dan menyatakan kebimbangan dan serta keputusasaannya atas perubahan yang sangat amat sulit diwujudkan dalam sistem kapitalisme demokrasi ini.
Ibu Hanifah, Kepala Sekolah TKIT Al-Jannah. Beliau mengungkapkan, “Apa yang saya lakukan untuk merubah semua ini? Saya malu sekali kepada Allah. Bagaimana pertanggungjawaban saya di hadapan Allah selaku pendidik, selama sistem ini masih terus merusak dan menggerogoti generasi? Apa yang harus saya lakukan?” Tanya Bu Hanifah sambil menekan emosinya menahan sesak dalam isak tangis yang tidak mampu Ia sembunyikan.
Bu Endang Komariyah, M.Pd dan peserta yang memenuhi Aula Pemko pagi kemarin dibuat larut dalam haru yang disebarkan oleh Bu Hanifah. Dengan juga menitikkan air mata, Ibu Endang menyatakan “Berat. Bagaimanapun kuatnya upaya yang kita lakukan, sistem lumpur ini tetaplah akan mewarnai kita dan generasi yang kita harapkan akan menjadi intelektual-intelektual muslim yang handal dan terdepan. Namun, yakinlah akan pertolongan Allah, bahwa kemenangan Islam adalah telah menjadi taqdir bagi kita, dan tidak ada yang sulit bagi Allah termasuk meluluhlantakkan sistem kufur ini dan menggantinya dengan Islam. Yang perlu kita lakukan adalah berjuang, Ibu. Banyak hal yang Ibu dapat lakukan, dan yakinlah bahwa apa yang dijanjikanNya adalah kepastian yang dekat.”

 Ustadzah Ummu Fatih pun turut menambahkan dan mendukung semangat tersirat yang diisyaratkan oleh Ibu Hanifah, “Ibu, dalam perjuangan kita perlu untuk menentukan wadah dan arah perjuangan. Kita membutuhkan jama’ah untuk melakukan tugas besar ini. Bersama-sama jama’ah akan menjadikan kita kuat dan mampu bergerak bersinergi yang terarah dalam mewujudkan tujuan kita yakni menegakkan Khilafah. Bergabunglah bersama-sama jama’ah, dan berjuanglah bersamanya.” Tutupnya.
Sebelum pembacaan do’a oleh Aprilia Sausana, peserta yang hadir disuguhkan tampilan pembacaan puisi oleh Syahri dan Rika. Gelegar puisi yang disuarakan keduanya membangkitkan semangat peserta yang menyaksikan. Kibaran al-Liwa dan ar-Rayah mengembang menambah atmosfer perjuangan.
Demikianlah seminar Intelektual Muslimah yang diadakan oleh Muslimah Hizbut Tahrir Banda Aceh (23/03) kemarin diakhiri dengan penandatangan kesepakatan intelektual muslimah yang hadir untuk menyatukan gerak & langkah untuk membuang sampah demokrasi kapitalisme kedalam tong sampah peradaban, dan senantiasa berjuang untuk menggantinya dengan Islam dalam naungan Khilafah.
Selanjutnya Ketua DPD I MHTI Aceh yakni Ustadzah Rifqiyya Ummu Jaisy, Ibu Endang Komariyah M.Pd (Mewakili Intelektual Muslimah), dan Ummu Fatih (Ketua DPD II MHTI Banda Aceh) beranjak menuju Konferensi Pers DPD I MHTI Aceh yang bertema, “Seruan Politik Intelektual Muslimah untuk Indonesia Lebih Baik: Tinggalkan Demokrasi, Tegakkan Khilafah”.
Dalam Konferensi Pers tersebut, Ibu Endang Komariyah, M.Pd membacakan Pernyataan Sikap Intelektual Muslimah untuk bersama-sama menyatukan gerak dan langkah untuk menolak kapitalisme demokrasi yang dipaksakan untuk mengatur seluruh urusan umat dan menggantinya dengan menerapkan Syari’ah Islam secara kaffah dalam naungan Khilafah. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Press Release dari Muslimah Hizbut Tahrir oleh Ustadzah Rifqiyya Ummu Jaisy.
Delay Report
Seminar Intelektual Muslimah Banda Aceh | Intelektual Bersuara: “Wujudkan Politik Indonesia yang Lebih Baik dengan Syari’ah dan Khilafah”
Minggu, 23 Maret 2014 | Aula Pemkot Banda Aceh
***
Terus Dukung Opini Syariah dan Khilafah dengan klik LIKE, KOMENTAR, TAG dan BERBAGILAH Status ini. Semoga tercatat sebagai amal sholih buat kita bersama.
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia
www.hizbut-tahrir.or.id
Facebook: www.facebook.com/muslimah4khilafah
Twitter: www.twitter.com/Women4Khilafah
Youtube: www.youtube.com/user/MUSLIMAHMEDIACENTER
Radio CWS: www.muslimah-htichannel.blogspot.com/
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷

Apa Itu KHILAFAH?



1. ada banyak tanya tentang apa itu Khilafah? dan apa bedanya dangan Khalifah? | saya akan coba menjelaskannya dalam paparan ini
2. 'Khilafah' dan Khalifah berasal dari bahasa arab kha-la-fa | yang artinya "menggantikan atau menempati tempatnya" (Munawwir, 1984:390)
3. 'Khilafah' menurut Ibrahim Anis | "orang yang datang setelah orang lain lalu menggantikan posisinya" (Al-Mu‘jam al-Wasîth, I/251)
4. secara makna bahasa 'Khalifah' adalah orang yang mengantikan orang sebelumnya | bentuk jamaknya khala'if atau khulafa'
5. Menurut Imam Thabari, makna bahasa ini menjadi alasan mengapa as-sulthan al-a’zham (penguasa besar umat Islam) disebut Khalifah
6. "karena dia (Khalifah) menggantikan penguasa sebelumnya, lalu menggantikan posisinya" (Imam Thabari, Tafsir Ath-Thabari, I/199)
7. itu secara makna bahasa, bila secara makna syariah | maka kita bisa merujuk pada beberapa hadits berkaitan Khalifah dan Khilafah
8. "sungguh awal agama kalian itu kenabian dan rahmat, lalu ada khilafah dan rahmat, lalu ada kekuasaan yang tiranik" (HR Al-Bazzar)
9. dalam hadits lain | "dulu Bani Israel diurus oleh para nabi, tiap kali seorang nabi wafat, nabi lain menggantikannya..
10. ..namun, tidak ada lagi nabi setelahku, dan yang akan ada adalah para Khalifah, yang berjumlah banyak" (HR Bukhari Muslim).
11. kata 'Khilafah' pada kedua hadis ini bermakna | sistem kepemimpinan dan pemerintahan, penguasa, dan pewaris pengurusan kenabian
12. secara makna syariah 'Khilafah' | yaitu orang yang menggantikan Nabi saw dalam kepemimpinan Negara Islam (Al-Baghdadi, 1995:20)
13. istilah Khilafah juga berarti 'Negara Islam' itu sendiri (Dr. Wahbah az-Zuhaili, Al-Fiqh al-Islâmi wa Adillatuhu, IX/823)\
14. banyak makna istilah 'Khilafah' dan 'Khalifah' menurut para ulama | diantaranya mereka mengartikan 'Khilafah' sebagai
15. "kekuasaan umum atas seluruh umat, pelaksana urusan-urusan umat.." (Al-Qalqasyandi, Ma’âtsir al-Inâfah fî Ma‘âlim al-Khilâfah, I/8)
16. "Imamah (Khilafah) ditetapkan bagi pengganti kenabian dalam penjagaan agama dan pengaturan urusan dunia (Imam Mawardi)
17. "Khilafah itu pengembanan seluruh urusan umat sesuai dengan pandangan syariah dalam kemaslahatan mereka" (Ibnu Khaldun)
18. jadi dapat kita simpulkan bahwa 'Khilafah' adalah | sistem kepemimpinan umum untuk seluruh ummat Muslim yang diwariskan Rasulullah
19. bila 'Khilafah' adalah sistem kepemimpinan yang amanah | maka 'Khalifah' adalah pemimpin amanah yang menjalankan sistem Khilafah
20. itulah sebab pengganti Rasulullah dalam memimpin ummat disebut Khalifah | Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, ialah Khulafaur Rasyidin
21. dan sistem kepemimpinan Khulafaur Rasyidin | disebut Khilafah Khulafaur Rasyidin | yang berdasar Al-Qur'an dan As-Sunnah
22. pada praktiknya, kaum Muslim senantiasa dipimpin Khalifah dan berada dalam sistem Khilafah | hingga akhirnya di Turki pada 1924
23. sejak Rasulullah sebagai pimpinan tertinggi ummat wafat pada tahun 632 | dilanjutkan kepemimpinan Khulafaur Rasyidin (632-661)
24. setelahnya digantikan Khilafah Umayyah (661-750) | lalu Khilafah Abbasiyyah (750 - 1517) | dan Khilafah Utsmaniyyah (1517-1924)
25. daftar lengkap Khalifah bisa dilihat di http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_khalifah | dan arti Khilafah bisa dilihat di http://hizbut-tahrir.or.id/2007/10/01/apa-itu-khlafah/
26. saat dipimpin oleh Khilafah oleh Khalifah | kaum Muslim menjadi ummat yang pionir | karena sistemnya Al-Qur'an dan As-Sunnah
27. begitulah pemimpin yang amanah Khalifah dan sistem kepemimpinan amanah Khilafah | keduanya warisan Rasulullah saw lewat lisannya
28. begitulah perkenalan dengan istilah Khalifah dan Khilafah | di waktu lain kita akan bahas 'Khilafah' dari aspek lainnya

==Allahu Akbar, Dan Semut Pun Melindungi Pepohonan==

Foto: ==Allahu Akbar, Dan Semut Pun Melindungi Pepohonan==

SEMUT. Pasti kita sering melihat semut, binatang yang sangat kecil itu. Apalagi kalau digigit oleh semut, pasti gigitannya terasa sangat sakit di tubuh kita, bukan? Meskipun dia bertubuh kecil, tapi Allah jadikan bangsa semut ini berguna untuk makhluk lainnya. “Keseimbangan ekologi” yang Allah ciptakan dapat membuat kehidupan saling melengkapi dan membutuhkan satu sama lain. Yuk, lebih lanjut kita pelajari kehidupan semut…

Semut-semut ini memanjat pohon, melindungi pohon dari ulat penyerang pohon yang suka memakan pohon dan daun. Allah menjadikan koloni semut suka memakan ulat.

Di dalam kantung tumbuhan yang diberi nama “kantong-semar“ Nepenthes bicalcarata yang hidup di sebelah India Timur, hiduplah koloni semut. Tumbuhan ini bentuknya seperti teko dan memangsa serangga yang menghinggapinya. Meskipun demikian, semut bebas bergerak dan mengambil sisa-sisa serangga dan bahan makanan lainnya dari tumbuhan ini.

Kerja sama ini menguntungkan kedua belah pihak, semut dan tumbuhan. Meski semut mungkin saja dimakan oleh Nepenthes, namun mereka dapat membangun sarang pada tumbuhan ini. Sang tumbuhan juga menyisakan jaringan tertentu dan sisa-sisa serangga untuk semut. Sebagai balasannya, semut melindungi tumbuhan dari musuhnya.

Begitulah contoh hubungan kehidupan antara tumbuhan dan semut. Bentuk anatomi dan fisiologi semut dan tumbuhan inangnya telah dirancang sedemikian rupa untuk memudahkan hubungan timbal balik antara keduanya. Meskipun para pembela teori evolusi menyatakan bahwa hubungan antarjenis makhluk hidup ini berkembang secara berangsur-angsur selama jutaan tahun, tetapi tentu saja pernyataan yang mengatakan bahwa dua makhluk yang tidak memiliki kecerdasan ini dapat sepakat merencanakan suatu sistem yang menguntungkan kedua belah pihak tidaklah masuk akal. Lalu, apa yang menyebabkan semut hidup pada tumbuhan?

Ternyata, semut cenderung tinggal pada tumbuhan karena adanya cairan bernama “nektar tersisa” yang dikeluarkan tumbuhan. Cairan nektar ini merupakan daya tarik bagi semut untuk mendatangi tumbuhan. Banyak spesies tumbuhan yang terbukti mengeluarkan cairan ini pada waktu-waktu tertentu. Misalnya, pohon ceri hitam menghasilkan cairan ini hanya tiga minggu dalam setahun. Tentu pengeluaran cairan pada waktu ini bukan kebetulan karena waktu tiga minggu tersebut bertepatan dengan waktu sejenis ulat menyerang pohon ceri hitam. Semut yang tertarik pada nektar dapat membunuh ulat ini serta melindungi tumbuhan.

Hanya dengan menggunakan akal sehat, kita dapat melihat bahwa hal ini adalah bukti hasil penciptaan. Akal sehat tidak mungkin bisa menerima bahwa pohon ini dapat memperhitungkan kapan bahaya akan menyerang lalu memutuskan bahwa cara terbaik untuk melindungi dirinya adalah dengan cara menarik perhatian semut serta mengubah struktur kimianya. Pohon ceri tidak punya otak. Oleh karena itu, ia tidak dapat berpikir, memperhitungkan, maupun mengubah campuran kimianya. Bila kita menganggap bahwa cara cerdas ini adalah sifat yang diperoleh dari suatu kebetulan, yaitu dasar berpikir evolusi, tentu ini tidaklah masuk akal. Jelas sekali bahwa pohon ini telah melakukan sesuatu yang didasarkan pada kecerdasan dan ilmu pengetahuan.

Oleh karena itu, satu-satunya kesimpulan yang dapat kita tarik adalah bahwa sifat tumbuhan ini telah terbentuk karena adanya sebuah Kehendak yang telah menciptakannya. Bila kita merujuk pada segala bentuk pengaturan yang dibuat-Nya, jelas sekali bahwa Dia tidak hanya berkuasa atas pohon, tetapi juga atas semut dan ulat. Jika penelitian dilakukan lebih jauh lagi, tentunya dapat diketahui bahwa Dia berkuasa atas semesta alam dan telah mengatur setiap bagian alam secara terpisah namun serasi dan selaras sehingga membentuk sebuah rangkaian sempurna yang kita kenal sebagai “keseimbangan ekologi”. Bila kita berpikir lebih jauh dan meneliti bidang-bidang lain, seperti geologi dan astronomi, kita akan sampai pada gambaran yang serupa. Ke mana pun kita melangkah, kita akan menyaksikan berjuta sistem yang berfungsi dengan selaras dan teratur sempurna. Semua sistem ini menunjukkan keberadaan Sang Pengatur. Meskipun demikian, tidak satu pun unsur pembentuk alam ini yang mampu berfungsi sebagai Sang Pengatur itu. Oleh karena itu, Sang Pengatur haruslah Dia Yang Maha Tahu dan Maha kuasa atas alam semesta. Al- Qur’an menggambarkan Sang Penguasa sebagai berikut:

“Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling Baik. Bertasbih kepadanya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Mahaperkasa lagi Maha bijaksana.”
(QS. Al-Hasyr, 59:24)

Maha benar Allah dengan segala firman-Nya.

http://www.islampos.com/allahu-akbar-dan-semut-pun-melindungi-pepohonan-38853/

SEMUT. Pasti kita sering melihat semut, binatang yang sangat kecil itu. Apalagi kalau digigit oleh semut, pasti gigitannya terasa sangat sakit di tubuh kita, bukan? Meskipun dia bertubuh kecil, tapi Allah jadikan bangsa semut ini berguna untuk makhluk lainnya. “Keseimbangan ekologi” yang Allah ciptakan dapat membuat kehidupan saling melengkapi dan membutuhkan satu sama lain. Yuk, lebih lanjut kita pelajari kehidupan semut…

Semut-semut ini memanjat pohon, melindungi pohon dari ulat penyerang pohon yang suka memakan pohon dan daun. Allah menjadikan koloni semut suka memakan ulat.

Di dalam kantung tumbuhan yang diberi nama “kantong-semar“ Nepenthes bicalcarata yang hidup di sebelah India Timur, hiduplah koloni semut. Tumbuhan ini bentuknya seperti teko dan memangsa serangga yang menghinggapinya. Meskipun demikian, semut bebas bergerak dan mengambil sisa-sisa serangga dan bahan makanan lainnya dari tumbuhan ini.

Kerja sama ini menguntungkan kedua belah pihak, semut dan tumbuhan. Meski semut mungkin saja dimakan oleh Nepenthes, namun mereka dapat membangun sarang pada tumbuhan ini. Sang tumbuhan juga menyisakan jaringan tertentu dan sisa-sisa serangga untuk semut. Sebagai balasannya, semut melindungi tumbuhan dari musuhnya.

Begitulah contoh hubungan kehidupan antara tumbuhan dan semut. Bentuk anatomi dan fisiologi semut dan tumbuhan inangnya telah dirancang sedemikian rupa untuk memudahkan hubungan timbal balik antara keduanya. Meskipun para pembela teori evolusi menyatakan bahwa hubungan antarjenis makhluk hidup ini berkembang secara berangsur-angsur selama jutaan tahun, tetapi tentu saja pernyataan yang mengatakan bahwa dua makhluk yang tidak memiliki kecerdasan ini dapat sepakat merencanakan suatu sistem yang menguntungkan kedua belah pihak tidaklah masuk akal. Lalu, apa yang menyebabkan semut hidup pada tumbuhan?

Ternyata, semut cenderung tinggal pada tumbuhan karena adanya cairan bernama “nektar tersisa” yang dikeluarkan tumbuhan. Cairan nektar ini merupakan daya tarik bagi semut untuk mendatangi tumbuhan. Banyak spesies tumbuhan yang terbukti mengeluarkan cairan ini pada waktu-waktu tertentu. Misalnya, pohon ceri hitam menghasilkan cairan ini hanya tiga minggu dalam setahun. Tentu pengeluaran cairan pada waktu ini bukan kebetulan karena waktu tiga minggu tersebut bertepatan dengan waktu sejenis ulat menyerang pohon ceri hitam. Semut yang tertarik pada nektar dapat membunuh ulat ini serta melindungi tumbuhan.

Hanya dengan menggunakan akal sehat, kita dapat melihat bahwa hal ini adalah bukti hasil penciptaan. Akal sehat tidak mungkin bisa menerima bahwa pohon ini dapat memperhitungkan kapan bahaya akan menyerang lalu memutuskan bahwa cara terbaik untuk melindungi dirinya adalah dengan cara menarik perhatian semut serta mengubah struktur kimianya. Pohon ceri tidak punya otak. Oleh karena itu, ia tidak dapat berpikir, memperhitungkan, maupun mengubah campuran kimianya. Bila kita menganggap bahwa cara cerdas ini adalah sifat yang diperoleh dari suatu kebetulan, yaitu dasar berpikir evolusi, tentu ini tidaklah masuk akal. Jelas sekali bahwa pohon ini telah melakukan sesuatu yang didasarkan pada kecerdasan dan ilmu pengetahuan.

Oleh karena itu, satu-satunya kesimpulan yang dapat kita tarik adalah bahwa sifat tumbuhan ini telah terbentuk karena adanya sebuah Kehendak yang telah menciptakannya. Bila kita merujuk pada segala bentuk pengaturan yang dibuat-Nya, jelas sekali bahwa Dia tidak hanya berkuasa atas pohon, tetapi juga atas semut dan ulat. Jika penelitian dilakukan lebih jauh lagi, tentunya dapat diketahui bahwa Dia berkuasa atas semesta alam dan telah mengatur setiap bagian alam secara terpisah namun serasi dan selaras sehingga membentuk sebuah rangkaian sempurna yang kita kenal sebagai “keseimbangan ekologi”. Bila kita berpikir lebih jauh dan meneliti bidang-bidang lain, seperti geologi dan astronomi, kita akan sampai pada gambaran yang serupa. Ke mana pun kita melangkah, kita akan menyaksikan berjuta sistem yang berfungsi dengan selaras dan teratur sempurna. Semua sistem ini menunjukkan keberadaan Sang Pengatur. Meskipun demikian, tidak satu pun unsur pembentuk alam ini yang mampu berfungsi sebagai Sang Pengatur itu. Oleh karena itu, Sang Pengatur haruslah Dia Yang Maha Tahu dan Maha kuasa atas alam semesta. Al- Qur’an menggambarkan Sang Penguasa sebagai berikut:

“Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling Baik. Bertasbih kepadanya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Mahaperkasa lagi Maha bijaksana.”
(QS. Al-Hasyr, 59:24)

Maha benar Allah dengan segala firman-Nya.

http://www.islampos.com/allahu-akbar-dan-semut-pun-melindungi-pepohonan-38853/

DEMOKRASI = LAKNATULLAH


Ya Allah jagalah generasi negeri ini dari kerusakan moral yang dirusak oleh calon pemimpin negerinya sendiri.

"Kampanye Pornoaksi, Mau Jadi Apa Negeri Ini ?"

Empat Bonus Istimewa untuk Orang yang Berinteraksi dengan Al-Quran

Assalamu’alaykum sahabat. Sebuah pertanyaan besar yang perlu kita renungkan, “Apakah kita sudah dapat merasakan indahnya mempelajari Al-Quran?”

Karena seharusnya orang yang paling berbahagia adalah orang yang interaksi kesehariannya baik dengan Al-Quran. Mereka  akan mendapatkan syafaat atau pertolongan dari Alqur’an di hari kiamat nanti.

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابه
“Bacalah oleh kalian Al-Quran. Karena ia (Al-Quran) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang rajin membacanya.” (HR. Muslim 804)

Dan Allah juga berjanji akan memberikan syurga yang di dalamnya mengalir sungai sungai, mereka kekal di dalamnya.
Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang shaleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya; mereka di dalamnya mempunyai isteri-isteri yang suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman. (An-Nisaa: 57)

Tetapi sahabat, bukan itu yang akan kita bahas di kesempatan kali ini. Melainkan kita akan membahas BONUS-BONUS yang akan didapatkan oleh seorang muslim selama masih di dunia jika mau belajar Alqur’an dan menjaga kontinuitas interaksinya dengan Al-Quran.

Setidaknya ada 4 bonus yang akan diberikan Allah swt kepada para pembelajar Al-Quran:
Pertama, Allah akan memberikan kepadanya ketenangan.
Setiap kita mungkin menyadari bahwa yang namanya ketenangan adalah sesuatu yang mahal harganya. Karena banyak orang yang hartanya berlimpah tapi tidak mampu membeli sebuah ketenangan jiwa. Batinnya selalu gelisah. Dari takut kehilangan harta benda seperti dicuri, dirampok dan lain sebagainya. Takut anaknya diculik dan dimintai tebusan yang mahal. Kendaraan mewahnya diserempet atau tertabrak dijalan, dan sebagainya. Begitupun dengan orang miskin, mereka juga banyak yang tidak mampu mendapatkan ketenangan jiwa walaupun mereka tidak ada ketakutan dicuri atau di rampok hartanya.
Intinya banyak dari kalangan orang-orang miskin juga tidak memiliki ketenangan karena mereka tidak mampu bersabar dan bersyukur atas karunia Allah SWT yang telah diberikan kepadanya.

Kedua, Allah memberikan kepadanya Rahmat.
Nah, “Rahmat” ini adalah sesuatu yang hanya akan diberikan kepada orang-orang yang disayangi-Nya. Dan salah satu cirri orang yang disayang oleh Allah adalah mereka yang dekat dengan Al-Quran dan mau mempelajari serta mengajarkannya.
Adalah sebuah keniscayaan jika seseorang memiliki rasa sayang dan cinta dengan seseorang yang lain, maka pasti dia akan memenuhi segala permintaan dan kebutuhan orang yang dicintainya itu. Walaupun tidak mampu,setidaknya dia pasti akan berusaha untuk memaksimalkan potensinya.
Itulah konsekwensi dari sebuah makna cinta.Bagaimanalah jika Allah SWT yang memiliki rasa itu kepada kita? Tentunya sangat mungkin segala apa yang kita perludan kita butuhkan akan diberikan-Nya. Karena Allah SWT adalah zat yang maha kaya (al-Ghoniyy).

Ketiga, orang yang belajar Al-Quran itu dinaungi oleh para malaikat.
Maksudnya adalah ketika ada orang-orang yang sedang mempelajari Al-Quran di salah satu rumah Allah, maka para malaikat menaungi mereka dengan sayap-sayapnya. Mereka menjaga dan mengaminkan setiap do’a yang panjatkan oleh sekelompok orang tersebut.

Keempat, Allah menyebut  nama-nama orang yang belajar Al-Quran di hadapan para malaikat.
Dan bonus yang keempat ini sungguh istimewa. Ini lho si fulan hamba-Ku yang sedang mempelajari Al-Quran kalam-Ku. Dan ini si fulan. Dan ini si fulan, dan seterusnya. Bisa dibayangkan jika dalam sebuah pertemuan seorang gubernur berpidato di hadapan khalayak dan menyebut-nyebut nama kita, pastinya kita akan merasa senang dan bangga. Bagimana jika Allah yang menyebut-nyebut nama kita di sebuah forum yang audiensnya adalah para malaikat yang suci lagi mulia?
Itulah beberapa hal yang saya maksud dengan bonus-bonus di dunia yang akan didapatkan oleh orang yang mau mempelajari Al-Quran seperti dijelaskan Rasulullah dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim,

مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمْ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ
“Tidaklah sekelompok orang berkumpul di suatu masjid (rumah Allah) untuk mempelajari Kitabullah (Al-Quran), melainkan mereka akan diliputi ketenangan, rahmat, dan dikelilingi para malaikat, serta Allah akan menyebut-nyebut mereka pada malaikat-malaikat yang berada di sisi-Nya.” (HR. Muslim)

Bagaimana sahabat, Menyenangkan bukan..?
Ok, sampai disini dulu share dari saya. Semoga kita bisa teterus belajar  Al-Quran.Dan yang belum yuk kita cari guru dan tempat-tempat untuk mempelajari kalamullah (Al-Quran).
Wallahu a’lam bisshawab.

Mulianya diri kita dear :')


 
dalam Islam lelaki dan wanita diciptakan | dengan amanah masing-masing | Allah Maha Tahu fungsi hamba-Nya

AL-Kafirun

Tafsir pendidikan dalam surat Al-kafirun 1-6

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ (١) لا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ  (٢) وَلا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (٣) وَلا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ (٤) وَلا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (٥) لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ (٦)

1. Katakanlah: "Hai orang-orang kafir,
2. aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
3. dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.
4. dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
5. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.
6. untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."
Dalam surat ini secara jelas Allah menyatakanbahawa dalam hal kepercayaan tidak ada kompromi. Jika kita mempunyai murid, maka birkan murid itu menganut kepercayaan mereka. Karena hal itu adalah hak mereka. Kita sebagai guru tidak berhak untuk memaksa murid yang berlainan agama untuk masuk agama kita/pendidik karena hal itu bertentangan dengan surat ini.
Dalama masalah social kita tidak dilaranag untuk saling bekerja sama, akan tetapi jika telah sampai kepada kerjasama dan kompromi da;am keyakinan maka hal ini tidak dibolehkan.
Untuk itu peru disadari oleh para guru, bahaw toleransi dianjurkan, akan tetapi hanya dalam batas-batas tertentu, hanya pada batas-batas hubungan sosial belaka. Akan tetapi jika telah merambah keyakinan, maka hal itu dilarang Karen akan menjadikankeyakinan koita terkontaminasi dan terkotori.
Dalam surat ini secara tidak langsung dapat dipahami bahwa tidak semua murid kita beragam yang sama, akan tetapi aka nada murid kita yang tidak sama keyakinannya, untuk itu ayat ini memberika penjelasan dan rambu-rambu agar kta tidak sa;a dalam menghadapi siswa kita yang berlainan agama.

Dalam pendidikan tidak ada paksaan tatkala ada perbedaan, akan tetapi menghargai perbedaan adalah suatu sikap yang baik dan bijak. Pendidik di dalam kelas akan menghadapi hal demikian. Sebab tidak semua peserta didik mempunyai agama yang sama. Dengan demikian sebagai pendidik perlu menyadarinya. Sehingga dalam pembelajaran tidak ada yang merasa ditekan dan di intimidasi. Jika suasana tidak kondusif maka pembelajaran tidak akan berlangsung dengan baik, peserta didik tidak akan konsentrasi dalamproses pembelajaran.
Berdasarkan surat Al-kafirun tersebut hendaknya guru mengedepankan sikap toleransi yang tinggi dalam hal perbedaan agama peserta didik. Sikap toleransi dalam hal beragama adalah perbuatan, sikap yang hendaknya dikembangkan oleh pendidik di ruang-ruang kelas. Sebab dengan adanya pengembangan dan pemahaman yang benar tentang sikap toleransi,akan terjalin hubungan yang abik di antara peserta didik.
Dari Surat Al-Kafirun tersebut dapat juga diambil pemahaman bahwa seorang pendidik harus mempunyai sifat toleran, sifat yang menghargai perbedaan dalam beragama.
Pendidik hendaknya mempunya jiwa multikultural, jiwa yang mampu menerima perbedaan agama, suku, bahsa, adat, budaya dan ras peserta didik. Dengn ada sifat multicultural seorang pendidik diharapkan akan terjadi pembelajaran yang mengakomodasi semua perbedaan peserta didik.
 

Allahu :"



Ashati Isa memiliki 5 orang anak. Namun, anaknya yang berusia 3 tahun direnggut darinya dan digorok lehernya bersamaan dengan 2 orang anak remaja lainnya persis di hadapannya.

SIAPAKAH YANG AKAN MEMBELA MUSLIMAH DAN ANAK-ANAK AFRIKA TENGAH YANG TAK BERDAYA!!

Diamnya media-media Islam, memalukan!!!