Sebuah injil berusia 1500 tahun yang menceritakan kedatangan Nabi Muhammad Saw di temukan di Turki. Kabarnya , Gereja Vatikan telah meminta secara resmi kepada pemerintah Turki untuk melihat Injil yang tersimpan selama 12 tahun di negara tersebut.
Menteri
Budaya dan Turki, Ertugul Gunay mengatakan sejalan dengan keyakinan Islam,
Injil ini memperlakukan Yesus sebagai manusia bukan Tuhan. Fakta ini, sekaligus
menolak ide konsep tritunggal dan penyaliban Yesus.
“Disebutkan
Injil ini, Yesus berkata kepada salah seorang pendeta, bagaimana kami memanggil
Mesias? Muhammad adalah nama yang diberkati ,” kata dia membacakan salah satu
ayat dalam Injil seperti dikutip alarabiya.net
, Gunay menuturkan dalam injil ini juga disebutkan Yesus sendiri menyangkal
menjadi Mesias. Yesus mengatakan bahwa Mesias itu adalah keturunan Ismail yakni
orang Arab.
Sebelumnya,
Umat Islam sendiri mengklai pesan kedatangan Muhammad Saw juga terdapat dalam
Injil Barnabas, Markus, Matius, Lukas dan Yohannas. Gunay mengatakan pihak
Vatikan telah meminta salinan Injil tersebut saat Injil tersebut hendak diselundupkan
ke luar Turki pada tahun 2000. Kini, Injil tersebut berada dalam brankas
pengadilan Ankara. Nantinya, injil tersebut akan diserahkan kepada Museum
Etnografi Ankara.
Meski
demikian, kalangan Gereja skeptis dengan keaslian injil tersebut. Seorang
pendeta Protestan Ihsan Ozbek mengatakan injil itu berasal dari abad ke-5 atau
ke-6. Sementara Barnabas, yang merupakan pemeluk pertama Kristen hidup pada
abad pertama. “Salinan injil di Ankara mungkin telah ditulis ulang oleh salah
seorang pengikut Barnabas,” kata dia.
Sebab,
lanjutnya, ada jeda 500 tahun antara Barnabas dan penulisan salinan Injil.
“Umat Islam mungkin akan kecewa bahwa injil ini tidak ada hubunggannya dengan
injil Barnabas,” ujarnya.
Sementara
Profesor Omer Faruk menilai injil itu perlu ditelusuri lebih lanjut guna
memastikan Injil itu dibuat oleh Barnabas atau pengikutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar