Minggu, April 1

DEMI ISLAM , RELA DIKUCILKAN KELUARGA


Dalam kehidupan sehari-hari kujalani dengan rasa gelisah karena aku mau masuk Islam dengan cara sembunyi-sembunyi dari keluargaku. Aku takut keluargaku belum bisa menerima kenyataan kalau bagian keluarganya ini ada yang akan pindah agama. Maka dari itu, aku pun belum bisa bercerita pada mereka karena aku tidak mau ada perpecahan dalam keluargaku. Apalagi menyangkut masalah keyakinan, aku harus lebih hati-hati dalam menyampaikannya.
                Sebelumnya aku pemeluk ajaran Budha yang taat. Setiap ada kegiatan di kuil, aku sering membantu dan dengan hikmat aku menjalankan ibadah. Entah kenapa hatiku merasa tenang dan tenteram ketika mendengarkan suara orang membaca Al-Quran, padahal aku jarang mendengar orang mengaji karena lingkunganku mayoritas pemeluk Budha.
                Kebetulan aku orangnya terbuka dan suka bergaul dengan siapa saja tanpa membeda-bedakannya. Setelah kejadian aneh tersebut, aku pun semakin sering bertanya kepada teman-teman pemeluk Islam. Temanku menyarankan agar aku menjadi muallaf dulu karena usaha dalam pencarian tentang Islam akan mendapatkan pahala. Aku tidak bisa begitu saja menerima langsung ajaran baru sebab aku butuh penjelasan. Meski demikian, aku tidak langsung menyerah begitu saja dengan semua jawaban yang diberikan oleh teman-teman.
                Akhirnya temanku menyarankan agar banyak membaca buku tentang Islam dan sering bertanya kepada ahli Islam. Tanpa fikir panjang aku pun langsung membeli buku-buku tentang Islam dan sering bertanya kepada orang-orang yang berada di mesjid. Dengan senang hati mereka mau membantu masalah yang sedang ku hadapi. Selain  banyak belajar tentang Islam dari buku, dan orang-orang yang ahli  ibadah inilah aku banyak bertanya. Sedikit demi sedikit masalah yang sedang ku hadapi menemui jalan terang.
                Temanku membimbingku mengucapkan kalimat syahadat, “ Asyhadualla ilaahaillalah Wa asyhaduanna muhammadarrasulullah” Alhamdulilah, walaupun sempat di ulang 3 kali karena aku tak terbiasa mengucapkannya, tetapi aku sah menjadi Muslim.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar