Dalam kehidupan sehari-hari kujalani dengan rasa gelisah karena aku mau
masuk Islam dengan cara sembunyi-sembunyi dari keluargaku. Aku takut keluargaku
belum bisa menerima kenyataan kalau bagian keluarganya ini ada yang akan pindah
agama. Maka dari itu, aku pun belum bisa bercerita pada mereka karena aku tidak
mau ada perpecahan dalam keluargaku. Apalagi menyangkut masalah keyakinan, aku
harus lebih hati-hati dalam menyampaikannya.
Sebelumnya
aku pemeluk ajaran Budha yang taat. Setiap ada kegiatan di kuil, aku sering
membantu dan dengan hikmat aku menjalankan ibadah. Entah kenapa hatiku merasa
tenang dan tenteram ketika mendengarkan suara orang membaca Al-Quran, padahal
aku jarang mendengar orang mengaji karena lingkunganku mayoritas pemeluk Budha.
Kebetulan
aku orangnya terbuka dan suka bergaul dengan siapa saja tanpa
membeda-bedakannya. Setelah kejadian aneh tersebut, aku pun semakin sering
bertanya kepada teman-teman pemeluk Islam. Temanku menyarankan agar aku menjadi
muallaf dulu karena usaha dalam pencarian tentang Islam akan mendapatkan
pahala. Aku tidak bisa begitu saja menerima langsung ajaran baru sebab aku
butuh penjelasan. Meski demikian, aku tidak langsung menyerah begitu saja
dengan semua jawaban yang diberikan oleh teman-teman.
Akhirnya
temanku menyarankan agar banyak membaca buku tentang Islam dan sering bertanya
kepada ahli Islam. Tanpa fikir panjang aku pun langsung membeli buku-buku
tentang Islam dan sering bertanya kepada orang-orang yang berada di mesjid.
Dengan senang hati mereka mau membantu masalah yang sedang ku hadapi.
Selain banyak belajar tentang Islam dari
buku, dan orang-orang yang ahli ibadah
inilah aku banyak bertanya. Sedikit demi sedikit masalah yang sedang ku hadapi
menemui jalan terang.
Temanku
membimbingku mengucapkan kalimat syahadat, “ Asyhadualla ilaahaillalah Wa
asyhaduanna muhammadarrasulullah” Alhamdulilah, walaupun sempat di
ulang 3 kali karena aku tak terbiasa mengucapkannya, tetapi aku sah menjadi
Muslim.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar