Tafsir pendidikan dalam surat Al-kafirun 1-6
1. Katakanlah: "Hai orang-orang kafir,
2. aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
3. dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.
4. dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
5. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.
6. untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."
Dalam surat ini secara jelas Allah menyatakanbahawa dalam hal kepercayaan tidak ada kompromi. Jika kita mempunyai murid, maka birkan murid itu menganut kepercayaan mereka. Karena hal itu adalah hak mereka. Kita sebagai guru tidak berhak untuk memaksa murid yang berlainan agama untuk masuk agama kita/pendidik karena hal itu bertentangan dengan surat ini.
Dalama masalah social kita tidak dilaranag untuk saling bekerja sama, akan tetapi jika telah sampai kepada kerjasama dan kompromi da;am keyakinan maka hal ini tidak dibolehkan.
Untuk itu peru disadari oleh para guru, bahaw toleransi dianjurkan, akan tetapi hanya dalam batas-batas tertentu, hanya pada batas-batas hubungan sosial belaka. Akan tetapi jika telah merambah keyakinan, maka hal itu dilarang Karen akan menjadikankeyakinan koita terkontaminasi dan terkotori.
Dalam surat ini secara tidak langsung dapat dipahami bahwa tidak semua murid kita beragam yang sama, akan tetapi aka nada murid kita yang tidak sama keyakinannya, untuk itu ayat ini memberika penjelasan dan rambu-rambu agar kta tidak sa;a dalam menghadapi siswa kita yang berlainan agama.
Dalam
pendidikan tidak ada paksaan tatkala ada perbedaan, akan tetapi
menghargai perbedaan adalah suatu sikap yang baik dan bijak. Pendidik di
dalam kelas akan menghadapi hal demikian. Sebab tidak semua peserta
didik mempunyai agama yang sama. Dengan demikian sebagai pendidik perlu
menyadarinya. Sehingga dalam pembelajaran tidak ada yang merasa ditekan
dan di intimidasi. Jika suasana tidak kondusif maka pembelajaran tidak
akan berlangsung dengan baik, peserta didik tidak akan konsentrasi
dalamproses pembelajaran.
Berdasarkan
surat Al-kafirun tersebut hendaknya guru mengedepankan sikap toleransi
yang tinggi dalam hal perbedaan agama peserta didik. Sikap toleransi
dalam hal beragama adalah perbuatan, sikap yang hendaknya dikembangkan
oleh pendidik di ruang-ruang kelas. Sebab dengan adanya pengembangan dan
pemahaman yang benar tentang sikap toleransi,akan terjalin hubungan
yang abik di antara peserta didik.
Dari
Surat Al-Kafirun tersebut dapat juga diambil pemahaman bahwa seorang
pendidik harus mempunyai sifat toleran, sifat yang menghargai perbedaan
dalam beragama.
Pendidik hendaknya
mempunya jiwa multikultural, jiwa yang mampu menerima perbedaan agama,
suku, bahsa, adat, budaya dan ras peserta didik. Dengn ada sifat
multicultural seorang pendidik diharapkan akan terjadi pembelajaran yang
mengakomodasi semua perbedaan peserta didik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar